Showing posts with label - Lirik Lagu Belum/Tidak Beredar. Show all posts
Showing posts with label - Lirik Lagu Belum/Tidak Beredar. Show all posts

Friday, January 14, 2011

Pondokku

Ini adalah lirik lagu baru Iwan Fals. Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Iwan Fals saat konser perjalanan spiritual Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur ke Pesantren, 07 Agustus 2010 di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya. Lagu ini belum dialbumkan.






Pondokku
Iwan Fals (2010)


Pertama merasakan hidup yang sesungguhnya
Oh pondokku kau ajari aku yang nyata
Namamu terus terkenang
Diantara nama-nama lainnya

Emas terpendam di keseharianmu
Senandung doa-doa terus tergenang
Arahkan hati dan akalku kepadanya
Lapangnya dada mengenangmu rumah ilmu rumah kebaikan

Makanya aku merindukan itu
Aku merindukan suasana itu
Lihatlah betapa bercahayanya wajahnya
Sinarnya menerangi jalanku

Pondokku...
Pondokku...
Pondokku...
Pondokku...


*image karya Agam

Thursday, November 11, 2010

Negeri Kaya

Lagu ini adalah hasil akhir dari perjalanan dan perenungan Iwan Fals ke beberapa kota dalam rangkaian Road Show 'KESEIMBANGAN - Oi, Menanam bersama Iwan Fals & Band' di 6 kota Pulau Jawa (28 Juni - 12 Juli 2010). Lirik yang inspirasinya datang saat Iwan Fals berziarah ke makam Bung Karno di Blitar. Ini adalah salah satu lagu terbaru Iwan Fals yang belum ada di rekaman.




 

Negeri Kaya
Iwan Fals (2010)


Negeri ini memang kaya
Kaya orangnya, kaya binatangnya
Negeri ini memang kaya
Kaya alamnya, kaya budayanya
Negeri ini memang kaya
Kaya pejabatnya, kaya penjahatnya
Negeri ini memang kaya
Kaya idenya, kaya sejarahnya
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Hei, Bung Karno...
Nyenyakkah tidur abadimu
Kudatang mengganggu istirahatmu

Negeri ini memang kaya
Kaya rakyatnya yang menangis diujung parang
Kaya harapan, kaya agamanya

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Sebarkan kembang ibu yang letih
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Inikah nyanyian kecewa
Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Akankah kisahmu menjadi api
Hei, Bung Karno...
Nyenyakkah tidur abadimu
Dingin yang aneh menyiksa negeri

Merah putih termangu
Terkulai berdebu dipojok gedung bekas penjajah
Pancasila meronta
Garuda tertatih melayang pergi
Negeri ini memang kaya

Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Maafkanlah aku yang cengeng
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Tularkan keberanianmu itu
Hei, Bung Karno...
Aku bersimpuh di makammu
Suaramu menggelegar di kalbu
Hei, Bung Karno...
Nyeyakkah tidur abadimu
Biarlah mimpi itu kan nyata

Negeri ini memang kaya
Kaya penguasanya yang miskin hatinya
Kaya marahnya Indonesia Raya
Negeri ini memang kaya

Saturday, January 16, 2010

Surat Kepada Mabuk

Ini adalah puisi karya Remy Soetansyah yang dinyanyikan oleh Iwan Fals. Puisi ini dinyanyikan dalam acara Musikalisasi Puisi Karya Remy Soetansyah di Museum Arsip Nasional Jakarta, 14 Agustus 2009.

Kata mas Remy, "Ini yang dibawakan Iwan dan semua orang standing applaus untuk Iwan. Sementara waktu dia bawain ini, semua diam menahan nafas. Iwan memang orator yang magis...!"


Surat Kepada Mabuk
Puisi karya: Remy Soetansyah
Dinyanyikan oleh: Iwan Fals
Musikalisasi Puisi Remy Soetansyah
Museum Arsip Nasional Jakarta, 14 Agustus 2009


Cinta, aku simpan mabukmu dalam botol
Dan aku layarkan ke samudra hati
Aku mengerti bahwa kau kecewa
Setelah kau reguk bergalon air mata

Atas cinta yang sungsang ini
Atas hati yang terlantar
Atas waktu yang terbuang percuma
Atas nama cinta juga
Kita tinggalkan kebersamaan yang semu ini

Sebab sebenarnyalah
Kita telah punya penjara masing-masing

Cinta, hidup memang membuat kita rajin tak berdaya
Atas takdir, masa lalu yang terlambat datang
Selalu kita sesali pilihan-pilihan hidup
Dan kita harus setia mereguknya

Cinta, kau hanya mabuk sesaat
Hanya memerlukan angin semilir, bertiup di degupmu
Dan kembali tersadar
Bahwa hidup harus dilanjutkan
Selama Tuhan mengijinkan

Aku rasa
Akupun begitu
Hanya perlu sedikit udara sejuk

Cinta, marilah kita terus mabuk
Karena mabuk dan tak mabuk
Aku tak merasakan bedanya

Salam mabuk
Dari seseorang yang hampir tak mampu hidup tanpa mabukmu

foto: http://soetansyah.multiply.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...